Mengatur Perencanaan Keuangan pada 2018

Tahun 2017 baru saja berlalu, mari perbaiki atau tata ulang pemahaman sekaligus rencana pengaturan keuangan keluarga, untuk menyongsong kehidupan yang lebih baik pada 2018 ini.

Memang tidak mudah mengatur keuangan dengan baik dan benar, sekalipun itu sudah diniatkan dalam diri masing-masing, tetap saja batu sandungan seperti “nafsu” saat memanfaatkan uang yang Anda miliki ini menjadi kendala terbesar yang musti dihadapi.

Maklum saja manusia pada dasarnya memiliki banyak kebutuhan dalam hidupnya, apalagi jika sudah dikaitkan dengan gaya hidup di era modern seperti sakarang ini. Segala kebutuhan penunjang hidup, entah penting atau tidak seolah-olah sudah menjadi keperluan yang mendasar.

Itu sebabnya anggaran keuangan yang ada selalu kurang, dan tidak mengherankan ‘hutang’ kerap dijadikan jalan keluar hampir setiap bulan. Hal ini pula yang menyebabkan tata kelola keuangan keluarga menjadi berantakan atau bahkan gagal total.

Fenomena keuangan keluarga yang kerap berulang ini menjadi perhatian perencana keuangan keluarga, Rina Dewi Lina yang menyebut persoalan mendasar yang kerap dihadapi keluarga adalah gagalnya menata keuangan.

“Ini selalu berulang, persoalan mendasar yang sering dihadapi adalah hutang yang sudah melewati batas atau besarnya sudah melebihi 40 persen dari penghasilan. Sangat disayangkan hutang yang terjadi adalah hutang yang tidak meningkatkan aset, seperti hutang kartu kredit, KTA mungkin hutang kepada keluarga yang penggunaannya untuk hal hal yang konsumtif,” terangnya kepada Koran Jakarta, baru-baru ini.

Rina melanjutkan keuangan yang tidak sehat bisa diukur dari beberapa rasio keuangan, yang umum terjadi itu porsi hutang yang melebihi batas. Hutang menyebabkan seseorang atau keluarga kehilangan kesempatan dalam berinvestasi, waktu yang hilang untuk memiliki aset, hilang kesempatan menyiapkan dana masa depan maupun dana pendidikan anak anak tercinta.

 

“Sedangkan bila tidak seluruh income dikonsumsi dan hanya menabung 10 persen. Ini juga akan berdampak tidak memiliki aset. Di mana aset tersebut akan bermanfaat di masa pensiun,” terangnya.

Kemudian hal yang paling mendasar lainnya ketika musti membedah di mana akar permasalahan masyarakat dalam pengelolaan keuangan keluarga, diduga murni karena gaya hidup.

“Yang saya maksudkan bukan gaya hidup glamour, tetapi lebih pada kebiasaan yang tidak dirasakan sebagai gaya hidup. Seperti jajan setiap hari. Atau bila sedang bekerja selalu sarapan, makan siang dan makan malam di luar rumah yang sebenarnya bisa disiasati dengan membawa makanan dari rumah. Ini kadang banyak yang kurang menyadari, seorang klien saya bahkan setelah konseling baru menyadari hal tersebut, bayangkan satu hari dia menghabiskan uang untuk makan dirinya sendiri antara 100 – 150 ribu rupiah. Sedangkan gajinya kurang lebih 10 juta,” tegas Rina yang juga menjabat sebagai Agency Director di Sun Life Financial ini.

Untuk gaya hidup, lebih spesifiknya lagi juga berpengaruh pada bagaimana seseorang bisa menahan dari segala kemudahan di era modern ini, satu contoh belanja online misalnya. Ditambah lagi oleh fasilitas bank dalam hal pembayaran yang kian memudahkan orang untuk membayar.

Tak dipungkiri, pengetahuan masyarakat akan perencanaan keuangannya memang belum terbangun. Walaupun hal itu bukan suatu alasan untuk tidak melakukan perencanaan.

“Cara yang sangat sederhana bisa dilakukan seperti jaman orang tua kita, yaitu disiplin menabung, disiplin mempos-poskan uang dalam amplop dan tidak terlalu banyak menjalani kehidupan bersosialita yang notabene sama dengan gaya hidup,” ungkapnya.ima/R-1

Disiplin Kelola Pemasukan

Uang memang bukan segalanya, tetapi kebutuhan adalah kewajiban. Kedua hal ini saling berkaitan, tetapi perlu Anda sadari di lain sisi justru saling bertentangan apabila uang dan porsi kebutuhan terjadi ketimpangan.

Satu-satunya cara untuk meredam persoalan keuangan khususnya pada keluarga ialah dengan cara disiplin dalam mengatur pemasukan. Dalam hal ini, Rina memberi ramuan ideal dalam hal pengaturan keuangan keluarga, tentang hal apa saja yang harus dilakukan saat menerima penghasilan setiap bulan, ini penting untuk diingat bagi Anda yang sedang memperjuangkan resolusi untuk memiliki finansial yang jauh lebih sehat di tahun baru ini.

Yang perlu dilakukan pertama, menurut Rina, Anda harus memposkan penghasilan, untuk keperluan konsumsi sehari-hari sebesar 40-50 persen, membeli perlindungan keluarga atau asuransi 10-20, untuk memenuhi cicilan yang membangun asset, seperti pembelian property 30-40 persen. Porsi ini tarik menarik dengan porsi cicilan kendaraan yaitu 15 persen.

“Apabila salah satu porsi belum bisa seperti di atas, lakukan perbaikan secara bertahap sampai mendekati porsi diatas. Butuh waktu 3 atau minimal 1 tahun untuk melakukan perbaikan tergantung dari kondisi keuangan masing-masing,” terangnya.

Langkah-langkah itu berlaku untuk keluarga lama atau yang baru membangun keluarga sekalipun. Rina menuturkan tinggal disesuaikan, keluarga yang sudah lama umumnya jumlah anggota keluarga sudah bertambah, ada anak anak sehingga alokasi keuangan menjadi lebih banyak pos-posnya dan pengelolaan menjadi lebih beragam belum lagi kehidupan dengan keluarga besar.

“Sedangkan keluarga baru pos-pos dalam pengeluaran sehari-hari masih sederhana karena anggotanya keluarga hanya ibu dan ayah,” ungkapnya.

Rina berharap di tahun baru, masyarakat lebih sadar akan pentingnya mengelola keuangan keluarga dengan baik, karena ini berdampak pada kualitas kehidupan sebuah keluarga.

“Di tahun baik ini mulailah membuat resolusi dalam pengelolaan keuangan. Mulai dari mencatat keuangan, membuat laporan keuangan pribadi dan lakukan evaluasi minimal setiap 6 bulan. Kemudian membuat catatan keuangan atau laporan keuangan pribadi setiap terjadi perubahan dalam keluarga. Misalnya anak mulai sekolah, baru melahirkan, membeli kendaraan baru dan lain sebagainya,” pungkas Rina.ima/R-1

SUMBER

Post comment as a guest

0
  • No comments found

Site Search

Latest News

Written on 29/06/2020, 07:35 by Rina Dewi Lina
rina-dewi-linaAda yang bertanya tanya,kenapa sih pensiun harus disiapkan?...
Written on 09/04/2018, 10:39 by Rima
mengatur-perencanaan-keuangan-pada-2018Tahun 2017 baru saja berlalu, mari perbaiki atau tata ulang pemahaman sekaligus rencana pengaturan keuangan keluarga, untuk menyongsong kehidupan yang...
Written on 06/03/2018, 09:46 by Rima
bawono-yadikaBagi Anda baru lulus kuliah dapat mengadaptasi prinsip manajemen keuangan baik apalagi bila memulai karier. Bila sejak dini mengatur anggaran...
Written on 26/02/2018, 17:36 by Rima
nurseffi-dwi-wahyuni  Anda masih berusia 20 tahun? Tentunya beberapa dari Anda mungkin baru saja bekerja dengan gaji yang masih standar. Meskipun begitu, Anda harus...
Written on 22/01/2018, 10:09 by Rima
perbedaan-menabung-dan-investasiApakah Anda dapat membedakan menabung dan investasi uang? Keduanya tidaklah sama meskipun nampak mirip. Anda perlu mengatur...
Guest - stephen sam
Health is an important one, most of the people are not taking much more careful about their body hea...

Buku Panduan Keuangan

Hemat-Bisa-Kaya-Boros-Pasti-Miskin

Buku Hemat Bisa Miskin, Boros Pasti Kaya

Full Review Bet365 www.bbetting.co.uk