Investasi Saham Siapa Takut?

Sumber Majalah Ummi, Mei 2014

 

Berinvestasi saat ini, bukan hanya sekedar menabung dan mendepositokan uang di Bank. Beragam instrumen investasi beredar di masyarakat dengan legalitas atau perijinan dari pemerintah. Salah satu instrumen investasi tersebut adalah dengan membeli saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sebelum berdirinya Bursa Efek Indonesia atau dulu bernama Bursa Efek Jakarta (BEJ), ikut menjadi pemegang saham atau membeli saham-saham perusahaan besar seperti Telkom (TLKM), Aneka Tambang (ANTM), Astra Internasional (ASII), Unilever (UNVR), Bank BRI (BBRI) merupakan hal yang tidak mudah. Selain uang yang dikeluarkan sangat besar untuk menjadi pemegang saham, proses yang rumit dan berbelit menjadi kendala tersendiri.

Dengan adanya Pasar Modal yaitu Bursa Efek Indonesia (BEI) masyarakat dapat membeli saham yang tercatat secara langsung tanpa proses berbelit menyesuaikan dengan kemampuan modal masing-masing investor. Satuan transaksi saham adalah lot dan sejak awal tahun tahun 2014 pemerintah mengubah jumlah satuan lot dari sebelumnya 500 lembar menjadi 100 lembar yang dimaksudkan untuk memudahkan masyarakat luas berinvestasi di pasar modal dengan modal yang terbatas.

Pengenalan reksadana

Perbedaan menabung dan berinvestasi adalah tujuan dan kejelasan dari pada tujuannya. Menabung biasanya tidak menentukan kapan dana akan digunakan, berapa dana diperlukan, jenis investasi yang akan digunakan dan tidak menggunakan strategi. Berinvestasi biasanya sudah ditentukan tujuannya, berapa lama lagi akan digunakan, instrumen investasi apa yang akan dipakai, berapa dana harus diinvestasikan, dan menggunakan strategi untuk mencapainya.

Eko P. Pratomo dalam bukunya “Berwisata Kedunia Reksadana” menulis berinvestasi adalah proses menabung yang berorientasi pada tujuan tertentu dan bagaimana mencapai tujuan tersebut (

Ada beberapa macam instrument investasi seperti, deposito, obligasi, saham, reksadana, emas, property , usaha dan lain sebagainya. Kali ini kita hanya akan membahas reksadana, karena Unitlink menggunakan instrument investasi ini.

REKSADANA

Reksa dana sarana investasi yang sederhana dimana setiap orang dengan tujuan investasi jangka panjang yang sama mengumpulkan dana mereka dan dikelola oleh manajer investasi.

Kepemilikan dana tersebut dinyatakan dalam unit saham reksa dana dan dikelola oleh Manajer Investasi. Manajer investasi hanya berperan sebagai pengelola dana-dana yang telah disetorkan tersebut dan mengambil sebagian keuntungan darinya.

Bila kita ingin berinvestasi langsung ke BEI (Bursa Efek Indonesia), kita memerlukan modal puluhan juta rupiah untuk satu jenis saham. Dengan reksadana, dengan modal yang relative kecil dalam jumlah ratusan rupiahpun, kita bisa turut berinvestasi.

Site Search

Latest News

Written on 29/06/2020, 07:35 by Rina Dewi Lina
rina-dewi-linaAda yang bertanya tanya,kenapa sih pensiun harus disiapkan?...
Written on 09/04/2018, 10:39 by Rima
mengatur-perencanaan-keuangan-pada-2018Tahun 2017 baru saja berlalu, mari perbaiki atau tata ulang pemahaman sekaligus rencana pengaturan keuangan keluarga, untuk menyongsong kehidupan yang...
Written on 06/03/2018, 09:46 by Rima
bawono-yadikaBagi Anda baru lulus kuliah dapat mengadaptasi prinsip manajemen keuangan baik apalagi bila memulai karier. Bila sejak dini mengatur anggaran...
Written on 26/02/2018, 17:36 by Rima
nurseffi-dwi-wahyuni  Anda masih berusia 20 tahun? Tentunya beberapa dari Anda mungkin baru saja bekerja dengan gaji yang masih standar. Meskipun begitu, Anda harus...
Written on 22/01/2018, 10:09 by Rima
perbedaan-menabung-dan-investasiApakah Anda dapat membedakan menabung dan investasi uang? Keduanya tidaklah sama meskipun nampak mirip. Anda perlu mengatur...
Guest - stephen sam
Health is an important one, most of the people are not taking much more careful about their body hea...

Buku Panduan Keuangan

Hemat-Bisa-Kaya-Boros-Pasti-Miskin

Buku Hemat Bisa Miskin, Boros Pasti Kaya

Full Review Bet365 www.bbetting.co.uk