Persiapan Pensiun di Era New Normal

Ada yang bertanya tanya,kenapa sih pensiun harus disiapkan? Jawaban simplenya adalah karena seseorang akan memasuki New Life atau kehidupan baru. Dari kehidupan yang penuh aktifitas dan produktif dalam menghasilkan uang memasuki kehidupan baru  tidak bekerja lagi sebagai pegawaipenghasilan bisa jadi 

hilang sama sekali atau menurun tajam.

 

 

Beruntung bagi Anda yang akan memasuki masa pensiun beberapa tahun lagi, karena era New Normasangat mirip dengan masa transisi enujuTatanan Kehidupan Barudimasa pensiun.  

 

Masa pensiun perlu disiapkan dengan matang, untuk bisa menjalani pensiun bahagia dan sejahtera. Sayangnya di Indonesia hanya 10% yang siap untuk pensiun secara finansial. 

 

 

Seperti sebuah artikel dari www.republika.com denganjudul “90% Pekerja di Indonesia Tidak Siap Hadapi Masa Pensiun” pada 20 April 2017.

 

Kenapa hal itu bisa terjadi? 

  1. Pegawai atau karyawan merasa pensiun masih terlalu jauh bilausia mereka antara 30 – 40 tahun. Padahal itu adalah usia yang cukup ideal untuk menyisihkan Sebagian penghasilan untuk pensiun.   Sedangkan kebanyakan perusahaan memberikan edukasi atau pembekalan persiapan pensiun, kurang dari 5 tahun menuju pensiun bahkan ada yang kurang dari 1 tahun menuju pensiun. Dimana 5 tahun adalah waktu yang singkat (5 tahun termasuk singkat), tidak terlalu mudah untuk menyiapkan atau mengumpulkan dana pensiun.
  2. Kurangnya sosialisi untuk mempersiapkan kehidupan pensiun dimasa muda atau ketika baru mulai bekerja. 

 

Saya punya 1 cerita tentang Pak Dono, tentu saja bukan nama sebenarnya. Cerita ini hanya salah satu yang saya temui dari sekian banyak kasus yang sama 

 

 

Bapak Dono, seorang karyawan berusia 55 tahun, kebingungan arena 3 tahun lagi akan pensiun. Dana pensiun dari perusahaan sih adatapi menurut nya itu tidak akan cukup. Pak Dono memiliki beberapa aset property, tapi menurut beliau kalau disewakan, hasilnya tidak bisa memenuhi kebutuhannya sehari hari.

 

Beliau berusaha mencaritahu bagaimana menghadapi 

kehidupan pensiunnya agar tetap nyaman. Beliau tidak ingin seperti teman temannya yang sudah pensiun. Mereka mengalami stress, diikuti dengan biaya kehidupan yang minim sehingga harus menunggu pemberian dari anak 

anaknya yang nota bene mereka baru mulai bekerja dan baru saja berkeluarga.

 

Lalu bagaimana untuk para milenial mempersiapkan masa pensiunnya?

  • Mulai belajar tentang investasi
  • Merobah gaya hidup
  • Disiplin berinvestasi

Bagi yang masa pensiunnya tinggal beberapa tahun lagi, apa yang harus dilakukan? Bisa dengan menciptakan passive income dan sebaiknya mengikuti pelatihan persiapan pensiun. Jangan hanya puas dengan pelatihan yang diberikan dari perusahaan ada baiknya mengikuti pelatihan ditempat lain, untuk memperkaya dari ilmu mempersiapkan pensiun.

Dicuplik dari ebook New Life New Normat, author Rina Dewi Lina

Siapkan Pensiun Dengan Wirausaha

       Majalah Ummi April 2014

Konsultasi Keuangan

       

Tanya

Assalamualaikum... ibu Rina dewi yang terhormat. Suami saya bekerja sebagai buruh pabrik di salah satu perusahaan di karawang. Sudah menjadi karyawan tetap 10 tahun. Akhir-akhir ini suami saya sering sakit. Karena jarang mengambil lembur gaji yang diperoleh pun pas-pasan. Kalau mengambil lembur pull badannya sering nge drop. Ada rencana untuk pensiun dini. Saat ini umurnya 30 tahun. Menurut ibu Rina tepatkah suami saya pensiun saat ini dimana kami belum memiliki usaha apa pun. Rencananya uang pensiun yang di dapat akan di gunakan untuk modal usaha. Yang jadi masalah adalah kami takut jika suatu saat keuangan kami pailit karena tidak ada penghasilan tiap bulan. Bagaimana cara mengalokasi uang pensiunan sebelum punya penghasilan baru. Dan apa dampaknya pensiun dini bagi keluarga. Anak saya 1 orang, berusia 3,5tahun. Terimakasih ibu Rina. Sumiati, Karawang

             Jawab      

Perencanaan pensiun

PERENCANAAN DANA PENSIUN

Ditulis oleh Rina Dewi Lina

Sabtu, 28 Februari 2009 20:58

Berdasarkan penelitian di Amerika Serikat, 50% manula masih harus bekerja setelah menjalani masa pensiun. Akibat Perencanaan Pensiun yang baru dimulai setelah usia 40 tahun atau ketika mendekati masa pensiun (dikutip dari buku Wealth Management , Ubaidillah Nugraha)

Di Indonesia masalah terbesar dalam masa pensiun adalah masalah likuiditas. Keluarga Indonesia senang sekali membeli property. Merupakan suatu kebanggaan bila suatu keluarga mempunyai banyak rumah dan tanah. “Rumah orang tuaku ada 1 didaerah Jakarta Selatan, 2 di Jakarta Barat, 1 didaerah Jakarta Pusat, di Bandung masih ada 2 yang rumahnya ditunggui oleh Saudara, katanya untuk digunakan sekali-sekali kalau ada keperluan ke Bandung”. Itulah celoteh dari seorang anak. Bayangkan berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk pemeliharaan rumah rumah tersebut

Bila kita bisa menjadi penonton untuk keluarga seperti ini, saya ingin mengetahui dalam berapa tahun rumah-rumah tersebut akan dijual untuk menyambung biaya hidup setiap bulannya. Pernahkah anda mengetahui, sebuah keluarga yang telah lama memasuki pensiun dan mempunyai banyak properti, dapat dipastikan diatas 10 tahun pensiun sudah 2 atau 3 propertinya dijual bahkan bisa lebih!

Mengapa ini terjadi? Karena banyak keluarga tidak menyiapkan dengan matang dana pensiunnya, kalaupun ada disiapkan dalam bentuk yang tidak likuid.

Saya ingin bercerita sedikit, Saya mengenal sebuah keluarga kita sebut saja keluarga Subiantoro dengan 2 orang anak. Suaminya bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil kita sebut PNS, seperti kita ketahui seorang PNS akan mendapatkan uang pensiun seumur hidupnya bahkan bila dia wafat maka istrinya masih akan dapat menerima uang pensiunnya. Hidup keluarga tersebut sederhana. Keluarga tersebut menurut saya agak “arogan” dan tidak mau menerima info baru apabila ada kerabatnya akan menyampaikan informasi tentang keuangan keluarga.

Beberapa tahun yang lalu, sang suami pensiun. Ketika pensiun kedua anaknya masih bersekolah. Anak paling besar baru menyelesaikan pendidikan di Sekolah Menengah Umum dan tidak dapat melanjutkan kebangku kuliah. Anak yang kedua masih dibangku Sekolah Menengah Pertama tetap harus bersekolah.

Seorang teman bercerita bahwa keluarga Subiantoro setelah masa pensiun sering sekali bertengkar pada malam hari, intinya adalah karena uang yang diperoleh dari uang pensiun tidak mencukupi kehidupan sehari-hari. Sering juga keluarga Subiantoro meminjam uang kepada tetangganya, bahkan sering juga keluarga tersebut hanya dapat makan 1 atau 2 kali dalam satu hari. Sekarang keluarga tersebut memasuki tahun ke 3 masa pensiun. Anak keduanya masih duduk dibangku SMU, dan sangat diharapkan segera menyelesaikan sekolahnya.

Site Search

Latest News

Written on 29/06/2020, 07:35 by Rina Dewi Lina
rina-dewi-linaAda yang bertanya tanya,kenapa sih pensiun harus disiapkan?...
Written on 09/04/2018, 10:39 by Rima
mengatur-perencanaan-keuangan-pada-2018Tahun 2017 baru saja berlalu, mari perbaiki atau tata ulang pemahaman sekaligus rencana pengaturan keuangan keluarga, untuk menyongsong kehidupan yang...
Written on 06/03/2018, 09:46 by Rima
bawono-yadikaBagi Anda baru lulus kuliah dapat mengadaptasi prinsip manajemen keuangan baik apalagi bila memulai karier. Bila sejak dini mengatur anggaran...
Written on 26/02/2018, 17:36 by Rima
nurseffi-dwi-wahyuni  Anda masih berusia 20 tahun? Tentunya beberapa dari Anda mungkin baru saja bekerja dengan gaji yang masih standar. Meskipun begitu, Anda harus...
Written on 22/01/2018, 10:09 by Rima
perbedaan-menabung-dan-investasiApakah Anda dapat membedakan menabung dan investasi uang? Keduanya tidaklah sama meskipun nampak mirip. Anda perlu mengatur...
Guest - stephen sam
Health is an important one, most of the people are not taking much more careful about their body hea...

Buku Panduan Keuangan

Hemat-Bisa-Kaya-Boros-Pasti-Miskin

Buku Hemat Bisa Miskin, Boros Pasti Kaya

Full Review Bet365 www.bbetting.co.uk