Siapkan Pensiun Dengan Wirausaha

       Majalah Ummi April 2014

Konsultasi Keuangan

       

Tanya

Assalamualaikum... ibu Rina dewi yang terhormat. Suami saya bekerja sebagai buruh pabrik di salah satu perusahaan di karawang. Sudah menjadi karyawan tetap 10 tahun. Akhir-akhir ini suami saya sering sakit. Karena jarang mengambil lembur gaji yang diperoleh pun pas-pasan. Kalau mengambil lembur pull badannya sering nge drop. Ada rencana untuk pensiun dini. Saat ini umurnya 30 tahun. Menurut ibu Rina tepatkah suami saya pensiun saat ini dimana kami belum memiliki usaha apa pun. Rencananya uang pensiun yang di dapat akan di gunakan untuk modal usaha. Yang jadi masalah adalah kami takut jika suatu saat keuangan kami pailit karena tidak ada penghasilan tiap bulan. Bagaimana cara mengalokasi uang pensiunan sebelum punya penghasilan baru. Dan apa dampaknya pensiun dini bagi keluarga. Anak saya 1 orang, berusia 3,5tahun. Terimakasih ibu Rina. Sumiati, Karawang

             Jawab      

                    

Waalaikumsalam Mba Sumiati. Saya prihatin dengan kondisi sang suami tercinta. Pensiun dalam usia 30 tahun tentu pilihan yang kurang tepat, karena pada usia ini adalah usia yang masih sangat produktif bila keadaan badan cukup sehat. Menurut pendapat saya, ada baiknya tetap bekerja dulu walaupun tidak lembur selama kurang lebih 2 tahun kedepan. Dalam 2 tahun ini, Anda sebagai istri mulai membantu suami dengan melakukan usaha. Jangan berpikir usaha yang besar, dengan usaha yang dimulai dari kecil bisa segera dilakukan. Coba pikirkan apa hobi atau keahlian Anda saat ini. Sebagai contoh misalkan Anda memiliki keahlian dalam memasak, Anda bisa mulai usaha dari keahlian Anda . Misalnya membuat makanan kecil, atau membuat makanan pagi. Nah tugas Anda sekarang meneliti keahlian atau hobi yang bisa dijadikan usaha. Mulailah dari sekarang, karena suatu usaha bisa jadi harus jatuh bangun dahulu. Harapannya selama suami masih bekerja, Anda melakukan usaha terus menerus dan diharapkan dalam 2 tahun kedepan usaha Anda sudah mapan. Sehingga ketika suami berhenti bekerja, biaya bulanan sudah akan tertutupi dari usaha Anda. Yang perlu diingat ketika melakukan usaha, keuntungan yang diperolah jangan dicampur dengan uang rumah tangga. Usahakan keuntungannya ditabung dan digunakan untuk melakukan pengembangan usaha Anda nanti. Selamat berwirausaha.

                                

 

Post comment as a guest

0
  • No comments found

Site Search

Latest News

Written on 29/06/2020, 07:35 by Rina Dewi Lina
rina-dewi-linaAda yang bertanya tanya,kenapa sih pensiun harus disiapkan?...
Written on 09/04/2018, 10:39 by Rima
mengatur-perencanaan-keuangan-pada-2018Tahun 2017 baru saja berlalu, mari perbaiki atau tata ulang pemahaman sekaligus rencana pengaturan keuangan keluarga, untuk menyongsong kehidupan yang...
Written on 06/03/2018, 09:46 by Rima
bawono-yadikaBagi Anda baru lulus kuliah dapat mengadaptasi prinsip manajemen keuangan baik apalagi bila memulai karier. Bila sejak dini mengatur anggaran...
Written on 26/02/2018, 17:36 by Rima
nurseffi-dwi-wahyuni  Anda masih berusia 20 tahun? Tentunya beberapa dari Anda mungkin baru saja bekerja dengan gaji yang masih standar. Meskipun begitu, Anda harus...
Written on 22/01/2018, 10:09 by Rima
perbedaan-menabung-dan-investasiApakah Anda dapat membedakan menabung dan investasi uang? Keduanya tidaklah sama meskipun nampak mirip. Anda perlu mengatur...
Guest - stephen sam
Health is an important one, most of the people are not taking much more careful about their body hea...

Buku Panduan Keuangan

Hemat-Bisa-Kaya-Boros-Pasti-Miskin

Buku Hemat Bisa Miskin, Boros Pasti Kaya

Full Review Bet365 www.bbetting.co.uk